Permasalahan Insecure dan Overthingking Pada Remaja

 



Insecure dan Overthinking, dua istilah psikologis ini belakangan mewabah di dunia maya. Yang mempopulerkannya tentu kawula muda, sebagian besar generasi Y dan Z, yang sering memakai istilah ini di dalam kicauan, kiriman atau unggahan konten di berbagai media sosial.Insecure bisa didefinisikan sebagai sikap merasa tidak aman, yang membuat seseorang takut, gelisah, malu hingga tidak percaya diri.

Adapun Overthinking, bisa didefinisikan sebagai sikap berfikir yang terlalu berlebih karena memikirkan sebuah masalah terlalu dalam. Hal ini bisa dipicu oleh adanya kekhawatiran akan suatu hal, mulai dari masalah sepele dalam kehidupan sehari-hari, masalah besar, hingga trauma di masa lalu, yang membuat kamu tidak bisa berhenti memikirkannya.

Berikut adalah dampak-dampak buruk yang bisa terjadi jika kamu overthinking:

1. Menghambat aktivitas sehari-hari

2. Menurunkan performa kerja

3. Membuat emosi jadi tidak terkontrol

4. Mengalami gangguan kesehatan

 

 

Berikut adalah dampak-dampak buruk yang bisa terjadi jika kamu insecure:

Insecure dengan jangka panjang juga tidak baik karena bisa membuat diri kita menjadi kepribadian yang pasif. Selain itu, insecure secara terus menerus juga dapat mengganggu mental kita, selalu memikirkan berlebihan atau overthinking hal negatif tentang diri kita, berujung sedih dan bahkan bisa sampai ke titik menyakiti diri, jadi bisa mengganggu mental kita.

Contoh remaja yang mengalami insecure Contohnya, takut berbicara dengan orang lain, takut untuk meluapkan apa yang sedang terjadi pada dirinya.
Salah satu alasan yang menyebabkan orang merasa tidak aman adalah mereka menilai dirinya terlalu rendah.

Contoh remaja yang mengalami overthingking contohnya, selalu memikirkan sebuah masalah terlalu dalam sehingga membuat kamu tidak bisa berhenti memikirkannya.

3 sumber masalah insecure di kalangan anak remaja:

 1.Pertemanan

2.Prestasi

3.Merasa tidak dipahami oleh orang tua.



Komentar